Dari Work From Home ke Work From Cafe: Fenomena Kerja di Cafe
- 9 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Pandemi di awal tahun 2020 mengubah cara banyak orang bekerja. Perusahaan mulai menerapkan sistem Work From Home (WFH) untuk mengurangi penyebaran virus dan membatasi aktivitas di kantor. Di sisi lain, masa tersebut juga melahirkan banyak profesi dan bisnis baru. Mulai dari freelancer, digital agency, creative studio, online business, remote worker, hingga startup yang beroperasi dari rumah.
Perubahan ini membuat banyak orang menyadari bahwa bekerja tidak selalu harus dilakukan di kantor. Selama tersedia koneksi internet yang stabil dan tempat yang nyaman, pekerjaan tetap bisa diselesaikan dengan baik.
Coworking Space Sempat Menjadi Pilihan

Ketika budaya kerja fleksibel mulai berkembang, coworking space menjadi salah satu solusi yang banyak diminati. Tempat ini menawarkan fasilitas yang mendukung produktivitas, seperti internet cepat, ruang meeting, hingga suasana kerja yang profesional.
Namun, jumlah coworking space saat itu masih terbatas di banyak kota. Selain itu, biaya sewa harian maupun bulanan juga belum tentu sesuai dengan kebutuhan freelancer atau tim kecil yang baru berkembang.
Padahal, tidak semua orang membutuhkan ruang kantor lengkap. Banyak yang hanya membutuhkan tempat duduk yang nyaman, akses listrik, WiFi, dan suasana yang mendukung fokus bekerja.
Munculnya Tren Work From Cafe
Melihat perubahan kebiasaan tersebut, banyak cafe mulai beradaptasi. Cafe yang sebelumnya identik sebagai tempat berkumpul dan menikmati kopi perlahan berkembang menjadi ruang untuk bekerja, berdiskusi, meeting, hingga bertemu klien. Dari sinilah muncul istilah Work From Cafe (WFC). Kini, cafe tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi "kantor kedua" bagi banyak pekerja remote, mahasiswa, hingga pelaku usaha.
Cafe Ikut Berubah Mengikuti Kebutuhan Pengunjung

Seiring meningkatnya tren WFC, banyak pemilik cafe mulai menyesuaikan desain dan tata ruang agar lebih nyaman digunakan untuk bekerja. Beberapa perubahan yang kini semakin sering ditemui antara lain:
Area yang Lebih Tenang
Banyak cafe menyediakan area non-smoking atau sudut yang lebih tenang agar pengunjung dapat mengikuti meeting online maupun bekerja tanpa banyak gangguan.
Colokan yang Mudah Dijangkau
Ketersediaan stop kontak menjadi salah satu fasilitas yang paling dicari oleh pekerja remote. Bahkan, bagi sebagian orang, keberadaan colokan bisa menjadi pertimbangan utama saat memilih tempat bekerja.
Musik yang Mendukung Fokus
Musik tetap menjadi bagian dari suasana cafe, tetapi kini banyak yang memilih playlist dengan tempo lebih tenang seperti instrumental, jazz, lo-fi, atau acoustic agar pengunjung tetap nyaman bekerja dalam waktu lama.
Furnitur yang Lebih Fungsional
Selain suasana, furnitur juga mengalami penyesuaian. Banyak cafe mulai menggunakan meja yang cukup luas untuk laptop dan perlengkapan kerja, kursi yang lebih nyaman, layout yang tidak terlalu rapat, hingga meja komunal untuk kebutuhan diskusi kelompok.
Perubahan ini menunjukkan bahwa furnitur bukan hanya berfungsi sebagai pelengkap interior, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan pengunjung.
Cafe Bukan Lagi Sekadar Tempat Minum Kopi
Saat ini, sebuah cafe dapat berperan sebagai tempat bekerja, ruang diskusi, lokasi brainstorming, hingga tempat bertemu rekan bisnis. Karena itu, kenyamanan ruang menjadi salah satu faktor penting yang menentukan apakah pengunjung akan kembali atau memilih cafe lain. Pemilihan meja, kursi, dan tata letak yang tepat dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung produktivitas sekaligus membuat pengunjung merasa betah berlama-lama.
Seiring berkembangnya tren kerja fleksibel, kemungkinan besar konsep Work From Cafe akan terus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Bagi pemilik cafe, memahami perubahan kebutuhan pengunjung merupakan langkah penting untuk menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman dan berkesan.



